TERKINI

Warga Tolak Aktifitas Penambangan Pasir Besi

REPORTER: 
gl
EDITOR: 
mdika

Pandeglang - Warga Kampung Cilukut, Lemahsugih, Sukarendah dan Cijambu di Desa Sukawaris, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang menolak aktivitas penambangan pasir besi yang ada di desanya. Aktivitas penambangan pasir besi yang ini selain tanpa izin juga akan berdampak kepada kerusakan lingkungan.

Keluhan kerusakan akibat tambang pasir besi itu, yakni tercemarnya aliran air di irigasi yang dibuat teluk lada untuk persawahan, puluhan pemukiman warga dan bangunan SDN Sukawaris 2 yang terancam roboh dan mengancam rusaknya sepadan jalan Cikareo menuju Desa Tanjungan.

Kepala SND Sukawaris 2, Upi Supriyadi ketika dihubungi mengatakan, masyarakat Desa Sukawaris terutama para wali murid secara tegas menolak keberadaan aktivitas tambang pasir besi di wilayahnya. Menurutnya, jika penambangan pasir besi itu terus dilanjutkan maka tidak mustahil bangunan SDN Sukawaris 2 bisa roboh.

"lokasi penambangan pasir besi hanya berjarak satu meter di titik pondasi belakang bangunan sekolah. Jadi kami sangat menolak keberadaan tambang pasir besi, karena pasti lambat laun bangunan SDN Sukawaris akan roboh," kata Upi, Minggu (20/5).

Menurutnya, aktivitas penambangan pasir besi tidak dapat dibiarkan karena jelas dapat merusak lingkungan dan juga menciptakan konflik ditengah masyarakat. "Akibat penambangan ini sering terjadi adu fisik antara masyarakat Desa Sukawaris dengan para penambang, bahkan ada yang sampai cabut golok. Kebanyakan para penambang itu bukan berasal dari warga setempat, mereka itu pendatang," ungkapnya.

Senada dikatakan Kepala Unit Pelaksana Tenkit (Ka UPT) Pendidikan Kecamatan Cikeusik, Sudin. Kata dia, aktivitas penambangan pasir besi yang berada disekitar lokasi sekolah jelas sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar dan bahkan kededepan bisa mengakibatkan robohnya bangunan sekolah. "Guru dan murid serta wali murid SDN Sukawaris 2 sangat mengeluhkan keberadaan tambang pasir besi itu dan kami berharap pemerintah bisa mencari solusi terbaik," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Pandeglang, Abdul Azis menyatakan, pihaknya akan berusaha untuk menyelamatkan bangunan SDN Sukawaris 2 dari efek penambangan pasir besi. Menurutnya, semua pihak harus bisa mengedankan kepentingan pendidikan daripada bisnis semata. Sebab, jika bangunan SDN Sukawari 2 itu roboh akibat tambang pasir besi, dapat dipastikan sekitar 250 muris akan terancam pendidikannya. "Kita semua harus mengedepankan kepentingan masyarakat dalam hal ini keberlangsungan pendidikan daripada bisnis semata," tegasnya.

Azis juga mengatakan, tidak perlu terlalu khawatir akan status tanah sekolah tersebut. Sebab bukti dokumen kepemilikan sekolah sudah sangat lengkap dan tidak bisa diganggu gugat oleh pihak lain. "Kami memiliki Akta Jual Beli (AJB) dengan nomor 29 tahun 2007, dimana dalam AJB itu tertulis lahan SDN Sukawaris 2 seluas 3 ribu meter persegi," terangnya. (gl)

KORUPSI

TEKNO

ADVETORIAL

  • Serang - Lima Pimpinan DPRD Banten yang dilantik pada Selasa, (21/10/2014) besok dipastikan tidak akan mendapatkan faslitas mobil dinas (mobdin) baru. Mereka akan menggunakan mobdin bekas pimpinan dewan sebelumnya.

OPINI

Apa implikasi rektrutmen pejabat berbagai level pemerintah setelah disahkan RUU ASN menjadi UU ASN?

Ginanjar Hambali*

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh dalam sambutan pada pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kantor Kemdikbud, Minggu (17/08/2014) menyatakan