TERKINI

Program BSPS Kabupaten Serang Diduga Bermasalah

REPORTER: 
dinar
EDITOR: 
ovinal

Serang—Program Pemerintah pusat melaui Kementerian Perumahan Rakyat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk Kabupaten Serang di duga bermasalah. Karena dalam pelaksananya tidak sesuia dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemrintah.

Seperti yang terjadi Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Warga penerima bantuan untuk memperbaiki rumah mereka sehingga layak huni, tidak tahu-menahu masalah pemebelian matrial, sebab yang membelanjakan uang bantuan itu adalah oknum kepala desa mereka.

“  Memang betul uang sebesar Rp 6 juta itu masuk ke rekening saya. Namun, setelah uang tersebut saya ambil dan langsung diminta oleh salah seoarang staf desa.Alasanya yang berhak membeli barang material yang dibutuhkan untuk memperbaiki rumah kami adalah kepala Desa,” ujar Mulyati warga Kampung  kadu gelap, Desa/Kecamatan Cinangka kepada MBC, Senin (21/01/2013).

Dalam surat edaran Kepmenpera No. 81/PMK/05/2012 tentang pedoman pelaksanaan program BSPS tersebut menyatakan, setiap warga mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 6 juta yang dipergunakan untuk membeli bahan bangunan untuk keperluan memperbaiki rumah. Dan dinyatakan bahwa yang berhak membeli matrial tersebut adalah masyatakat langsung, adapun tugas Tenaga Pedamping Masyarakat (TPM) maupun tim pedamping lainya hanya sebatas memfasilitasi pelaksanan rencana pembangunan atau rencana pengunaan dana BSPS.

Nana Supriatna, Kepala Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka ketika hendak dikonfirmasi terkait bantuan tersebut tidak berada dibalai desa.” Pak Kades tidak ada, dari pagi tidak masuk kantor,” ujar salah seorang staf Desa Cinangka kepada MBC, Senin (21/01/2013).

Semenatara itu, Ketua RT 01/03, Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Akod Mengatakan, dirinya tidak mengetahui jumlah bantuan yang didapat masyarakat. Namun, ia menjelaskan, hanya diminta oleh Kepala Desa, untuk mengawasi pembangunan rumah para penerima di lingkungannya.

“Saya tidak tahu uang yang didapat masyarakat. Karena mereka mengaku, uang itu hanya mampir ke rekening, dan langsung diminta kembali oleh staf desa, atas perintah Kepala Desa,” ujarAkod.

Akod mengaku, dirinya hanya mengawasi dan memantau beberapa rumah yang berdekatan dengan rumahnya. Dan material yang diserahkan oleh  kepala desa kepala warga dinilai kurang dari Rp 6 juta. “Kalau dirata – rata sih, paling juga satu rumah dapat bantuannya sekitar Rp3 juta, sampai Rp5 juta,” jelasnya.

Senada diungkap Ketua RK 03, Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Sudana. Menurutnya, bantuan tersebut dianggap tidak tepat sasaran. Karena ada warga yang mampu tengah membangun rumah dari dana pribadinya dimasukan kedalam program tersebut, dan mendapatkan bantuan.

“Bahkan ada warga yang mendapat bantuan double, antara anak dan orang tuanya yang tinggal dalam satu rumah. Sedangkan warga lain yang benar – benar membutuhkan tidak mendapatkan bantuan itu ,” jelasnya.

Camat Cinangka Rahmat mengatakan, dirinya menghimbau kepada masyarakat yang menerima bantuan, dapat langsung meminta penjelasan dan menegur Kepala Desa, terkait material yang diberikan tidak sesuai dengan rencana kebutuhan yang ada dalam pengajuan.

“Masyarakat yang menerima bantuan dapat menegur langsung Kades,jika memang material tidak sesuai dengan kebutuhan dan masyarakat dapat menolaknya, karena itu adalah hak warga,” ungkapnya. (dinar)

 

 

TEKNO

ADVETORIAL

  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Yuddy Crisnandi melakukan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat pelayanan pembayaran pajak kendaraan yang berada di lantai dua gedung Samsat Kota Serang, di Kecamatan Curug, Jumat (31/10).

OPINI

Apa implikasi rektrutmen pejabat berbagai level pemerintah setelah disahkan RUU ASN menjadi UU ASN?

Ginanjar Hambali*

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh dalam sambutan pada pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kantor Kemdikbud, Minggu (17/08/2014) menyatakan