TERKINI

Disbudpar Cilegon Akan Lakukan Pendataan Cagar Budaya

REPORTER: 
dj
EDITOR: 
ovinal

Cilegon—Pemerintah Kota Cilegon Melaui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan melakukan pendataan Bangunan Cagar Budaya. Hal ini untuk menjaga kelestarian bangunan cagar budaya. Sampai sekarang pihak Pemkot Cilegon sudah menetapkan 20 bangunan. Namun demikian baru 5 Bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan.

Kepala Bidang Seni dan Budaya,Dinas Kebudayaan dan Parawisata Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, bangunan yang telah didata tersebut, meliputi rumah pribadi, dan tempat ibadah. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan agar budaya yang ada di Kota Cilegon.

" Ada kemungkinan jumlah situs yang diinventarisasi bertambah banyak. Tapi berdasarkan data sudah ada sekitar 20 cagar budaya yang sedang diproses," jelasnya, Selasa (05/02/2013).

Henimengatakan, pada akhir Desember 2012 lalu, pihaknya bekerjasama dengan tim ahli dari Mendikbud Balai Kelesarian Cagar Budaya yang menangani untuk melakukan inventarisasi, melalui pengkajian.

"Kalau setelah diteliti memang merupakan cagar budaya, kami mengusahakan agar cagar budaya itu mendapatkan perhatian, berupa perlindungan, keringanan biaya dan pembebasan pajak," ungkapnya.

Menurut Heni, bangunan cagar budaya tentu saja nantinya akan mendapatkan kompensasi. Hal ini mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Seperti 5 cagar budaya yang saat ini tengah menunggu surat keputusan (SK) Walikota Cilegon.

"Lima Cagar budaya yang sudah dipastikan yaitu, Makam Syekh Djamaluddin, Rumah Dinas Kantor Gubernur atau resident, rumah tinggal dinas walikota, dan bangunan kolonial yang saat ini menjadi rumah yayasan Maulana Hasannudin. Jika sudah ada SK jelas Ada insentif untuk pemeliharaan tiap tahunnya," katanya.

Dikatakanya, program pendataan cagar budaya, merupakan sebuah terobosan di wilayah Kota Cilegon yang selama ini dirasa masih kurang mendapat perhatian."Melestarikan bangunan cagar budaya, dan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mempertahankan kelestariaanya," tegasnya.

Sementara itu, Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Yayasan Syekh Djamaluddin, Tajuddin mengatakan, pihaknya turut mendukung dengan dilakukannya pelestarian cagar budaya. Menurutnya, merupakan langkah yang tepat dalam menyelamatkan cagar budaya."Dengan adanya progaram cagar budaya ini, semoga perhatian pemerintah lebih baik," katanya. (dj).

OPINI

Dahlan Iskan sungguh sosok yang fenomenal. Pemilik saham terbesar dari Jawa Pos Group tidak mau menggunakan “kekuatan” group media itu tatkala dilanda berbagai kasus korupsi, di antaranya tuduhan korupsi 21 gardu induk listrik tahun 2011-2012 senilai Rp1,06 triliun.  

Lukman Hakim, wartawan senior di Banten  meninggal usia 74 tahun, bertepatan  hari ulang tahunnya,  10 Juni 2015, bukan tokoh besar yang mempengaruhi arah pers di Indonesia. Keistimewaannya adalah kesetiaan sebagai kuli tinta di hingga akhir hayatnya.