TERKINI

BKN Masih Verifikasi Tenaga Honorer Kategori I di Tiga Daerah

REPORTER: 
sp
EDITOR: 
mdika

Serang - Badan Kepegawaian Nasional (BKN) masih melakukan verifikasi terhadap data-data tenaga honorer kategori I di lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak. Untuk itu, hingga saat ini belum  ada kepastian kapan nama-nama honorer tersebut akan diumumkan.

Kepala Bidang Pendayagunaan Aparatur Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Ganis Dipenogoro mengatakan, tiga hari yang lalu pihaknya telah menanyakan kepastian itu ke BKN, namun belum ada jawaban pasti. “Data-datanya mungkin masih ada di Wakil Presiden atau di pihak terkait untuk dilakukan verifikasi,” kata Ganis, Selasa (24/4).

Dia menjelaskan, tiga lingkup pemerintahan itu memang masih harus didata tenaga honorernya, sebab pengajuan namanya melebihi 500 orang. Akan tetapi, hal itu tidak hanya terjadi di tiga pemerintahan, melainkan di 16 daerah lainnya di Indonesia. “Untuk daerah yang mengajukan nama lebih dari 500 orang, BKN wajib melakukan verifikasi ulang. Meski verifikasi itu telah dilakukan, tapi hingga saat ini BKN belum bisa mengumumkan hasilnya. Padahal daerah lainnya sudah,” ujarnya.

Dilanjutkan, daerah lain yang sudah diumumkan tenaga honorernya pada Selasa (10/4) lalu adalah tenaga honorer di lingkup pemerintahan Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. “Enam lingkup pemerintahan yang sudah diumumkan nama-namanya melalui media massa adalah daerah yang mengajukan tenaga honorer dibawah 500 orang,” jelas Ganis.

Sedangkan, kata dia, berdasarkan data yang dihimpun dari BKN tentang data tenaga honorer, Kabupaten Lebak dilakukan verifikasi ulang karena tenaga honorernya mencapai 646 orang, Kabupaten Serang berjumlah 662, sementara di lingkup pemerintahan provinsi berjumlah 797. (sp)

OPINI

Mencerdaskan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mendorong partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik, serta dapat mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik. 

Energi dan waktu saya akan terbuang dengan sia-sia jika di sini saya menuliskan sejarah Tjokroaminoto dari lahir sampai wafat. Karena hal itu terlalu banyak dan panjang untuk diselesaikan.